Arief’s Weblog

Ekspresikan dirimu dengan Blog

Arsip untuk ‘Humor’ Kategori

Pendaki Gunung yang Terperosok

Ditulis oleh arief di/pada Juli 24, 2008

Ada 2 orang pendaki gunung lagi melakukan perjalanan, melewati hutan belantara, jurang yang terjal dan dalam, tapi tiba-tiba salah seorang dari mereka terpeleset dan jatuh terperosok kedalam jurang yang dalam…lebih kurang 15 meter, temannya yang diatas panik banget..

Pendaki 1 : “Woi…gimana keadaan kamu..??”
Pendaki 2 : “Gw baek aja,cm keliatannya ada yg patah nih…gw ga bs keatas..”
Pendaki 1 : “Ya udah gw turunin tali ya …”
Pendaki 2 : “Ok coy…tapi ga bisa tangan gw patah…”
Pendaki 1 : “Ya udah ikatin aja di pinggang lo…”
Pendaki 2 : “Ga bisa pinggang gw juga patah…”
Pendaki 1 : “Dikaki lo aja, biar gw tarik ke atas…”
Pendaki 2 : “Juga ga bisa men!kaki gw juga patah…”

Pendaki 1 jadi bingung,ga tau harus gimana lagi..akhirnya dia dapat ide…

Pendaki 1 : “Gigi lo gak patah kan?”
Pendaki 2 : “Apa maksud elo…?”
Pendaki 1 : “Ya udah sekarang lo gigit talinya en biar gw tarik lo keatas…”
Pendaki 2 : “Terserah lo deh…”

Akhirnya ditariklah pendaki 2 dari jurang walaupun agak sedikit susah, (emang susah, tali digigit en ditarik…) ketinggian 2 meter msh aman…5 meter aman… 8 meter aman…

Pada ketinggian 14 meter pendaki 1 bertanya
Pendaki 1 : “Gimana keadaan kamu…”
Pendaki 2 : “Aman…$@#%$^&%&*^*(&%$#@#(^$$” (jatuh lagi)

Ditulis dalam Humor | Leave a Comment »

Perbincangan di akhirat

Ditulis oleh arief di/pada Juli 24, 2008

Andi : Kenapa kamu sampai di akhirat ini?
Alan : Suatu hari,aku pulang dari kantor dan aku mendapati istriku tanpa busana dan dalam keadaan gugup,Intuisiku mengatakan bahwa dia habis menyeleweng, dengan sangat marah kulemparkan kulkasku ke arah seorang laki-laki yang kutemui berdiri di depan rumahku hingga dia tewas , ternyata dia cuma tetanggaku yang kebetulan lewat Dan karena kesalahan itu, pengadilan memutuskan hukuman mati bagiku. Kalau kamu kenapa?
Andi : Suatu hari aku baru pulang dari kantor, aku berdiri di depan rumah tetanggaku, bermaksud meminjam tangga, tetapi tiba-tiba sebuah kulkas melayang ke arahku, dan tahu-tahu aku berada di sini.
Alan : Kalau begitu,kau pasti orang yang kulempar, maafkanlah aku.
Andi : Tidak apa-apa.
Alan : Kalau kamu kenapa bisa tiba di sini? (tanya Alan pada salah seorang pria yang berdiri di sampingnya)
Pria : Akulah orang yang berada di dalam kulkas itu.

Ditulis dalam Humor | Leave a Comment »

Tidak mau diwawancarai

Ditulis oleh arief di/pada Juli 24, 2008

Jaksa Andi M. Ghalib dengan terpaksa harus memberi keterangan pers tentang kasus yang menimpanya. Setelah berhadapan dengan sedemikian banyak wartawan, dia duduk dan berkata: “Apakah kalian semua sudah tahu apa yang akan saya bicarakan?”
“Sudaaahh!” Serentak para wartawan menjawab dengan bersemangat.
“Kalau begitu, untuk apa lagi saya berbicara kepada kalian?!” Kata Ghalib kalem, sambil pergi meninggalkan para wartawan yang terheran-heran.
Pada hari kedua, Ghalib pun terpaksa harus memberi keterangan pers kepada para wartawan lagi. Sambil berdiri di hadapan semua wartawan, dia berkata: “Mengerti tidak, apa yang akan saya bicarakan kepada kalian sekarang ini?” Belajar dari pengalaman, para wartawan sudah sepakat sebelumnya. Dengan serentak mereka menjawab: “Tidaaaak!”
“Kalau begitu untuk apa saya berbicara kepada kalian, kalau kalian tidak mengerti apa yang akan saya bicarakan!” Jawab Ghalib tak kalah kalemnya
dengan kemarin, terus pergi meninggalkan para wartawan yang mendongkol.
Pada hari ketiga, Ghalib berhadapan lagi dengan para wartawan yang jumlahnya semakin banyak. Seperti yang sudah-sudah, Ghalib bertanya lagi
kepada para wartawan itu, “Kalian semua sudah tahu tidak, yang akan saya bicarakan hari ini?” Para wartawan yang sudah belajar dari pengalaman
dua hari berturut-turut itu pun semakin kompak. Mereka sangat yakin kali ini Ghalib yang suka bicaranya muter-muter itu bakalan tidak bisa
menghindar. Maka terdengarlah jawaban-jawaban dari para wartawan.
Sebagian menjawab: “Sudaaaaah!” Dan sebagian lagi menjawab:
“Beluuuuuummm!”
Ghalib sejenak terdiam, kemudian dengan tenang sambil menghembus asap rokoknya dia berkata: “Kalau begitu, begini saja. Kalian yang sudah tahu
memberitahu teman-teman kalian yang tidak tahu!”

Ditulis dalam Humor | Leave a Comment »